linK

Jumat, 14 Januari 2011

VULKANISME (just share, lumayan buad blajar hihi ^^v)

Vulkanisme adalah kegiatan yang berkaitan  dengan gerakan  magma. Magma sebagai masa silikat cair pijar sangat  giat melakukan gerakan  ke segala arah baik secara vertical, miring, menyusup  atau mendatar, yang  bergerak  dipermukaan bumi ataupun hanya di dalam bumi. Bagian  bumi tempat  keluarnya magma disebut gunung berapi, sedangkan gerakan  magma yang dapat mengangkat  lapisan  batuan yang cembung ke atas dan mengikis ruangan yang gejala-gejala vulkanisme tersebut meliputi :

1)    Instruksi Magma
Yaitu proses penerobosan  magma ke dalam litosfer  tetapi tidak mampu  mencapai  permukaan bumi. Intrusi  magma menghasilkan  bentukan-bentukan di dalam dapur magma.
-    Batolit, yaitu magma  yang membeku di dalam dapur magma.
-    Lakolit, yaitu batuan  beku yang terbentuk dari resapan  magma dan membeku diantara dua lapisan  batuan  berbentuk lensa cembung.
-    Sill/keeping intrusi, batuan beku  yang berbentuk diantara dua lapisan batuan, berbentuk pipih dan melebar.
-    Gang, yaitu magma yang memotong  lapisan batuan dengan  arah tegak/miring, berbentuk pipih dan melebar.
-    Apofisa, yaitu batuan beku yang berbentuk  dicabang-cabang gang, berukuran kecil.

2)    Ekstrusi Magma
Yaitu gerakan magma mencapai permukaan  bumi dalam bentuk letusan atau erupsi.erupsi dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut :

a)    Erupsi linear, yaitu keluarnya magma melalui retakan atau celah.

b)    Erupsi sentral, yaitu keluarnya  magma melalui  terusan  kepundan
-    Gunung api perisai (tameng)
Terjadi akibat magma keluar sangat encer. Selanjutnya magma yang emcer ini mengalir kesegala arah membentuk lereng yang sangat landai, sekitar 10 – 100.
-    Gunung Api Maar
Terjadi akibat  letusan ekspolosif yang membentuk  lubang lingkaran  besar di permukaan bumi. Dapur magma yang kecil  dan dangkal mengakibatkan  letusan  satu  kali dan mati. Gunung api maar tidak tinggi dan terdiri atas timbunan bahan-bahan  padat atau efflata dan dibawahnya kadang-kadang terdapat air. Misalnya danau Klakah.
-    Gunung Api Strato
Terjadi akibat  erupsi eksplosip yang diselingi  dengan erupsi  efusif sehingga lerengnya berlapis-lapis dan terdiri  atas bermacam-macam  batuan. Gunung api strato  paling banyak  terdapat di dunia, seperti  di Indonesia adalah gunung merbabu dan Merapi Jawa Tengah, semeru dan Kelud (Jawa Timur)

c)    Erupsi Areal, yaitu keluarnya magma pada satu areal tertentu karena dekatnya dapur magma dengan permukaan bumi. Berdasarkan kuat tidaknya letusan dan kandungan mineral yang dikeluarkan, erupsi gunung api dibedakan atas dua macam, yaitu :
1.    Erupsi eksplosif, adalah erupsi atau letusan  dan kandungan mineral yang dikeluarkan, erupsi ini biasanya menyemburkan material vulkanik yang bersifat  padat cair.
2.    Erupsi efusif atau letusan  yang tidak menimbulkan  ledakan  karena  tekanan gas kurang kuat. Pada proses erufsi ini material yang dikeluarkan  adalah  material cair atau sebagian  besar lava dan sedikit  material padat yang berukuran kecil. Selanjutnya bahan-bahan tersebut  mengalir  pada lereng gunung sebagai  aliran lava.

Tipe Letusan  Gunung  Api
Berdasarkan  derajat kekentalan magma, tekanan gas magnetic, kedalam dapur magma dan  bahan  material yang dikeluarkan, letusan gunung api dibedakan  menjadi :
1)    Letusan tipe Hawaii
2)    Letusan tipe stromboli
3)    Letusan tipe vulkano
4)    Letusan tipe  merapi
5)    Letusan tipe  perret atau plinian
6)    Letusan tipe pelee
7)    Letusan tipe  Sint Vincent

Gejala-Gejala Gunung Api Akan Meletus
1)    Terjadinya getaran bumi
2)    Suhu disekitar kawah naik
3)    Sumber air tiba-tiba  kurang  atau kering
4)    Terdengar suara gemuruh
5)    Binatang di puncak  turun   ke lereng
6)    Pohon-pohon di sekitar kawah mengering

Bahan-bahan yang dikeluarkan  gunung api
Bahan-bahan yang dikeluarkan gunung  api saat meletus  adalah sebagai berikut :
1)    Material vulkanis  padat (efflata)
a)    berdasarkan asalnya
-    Efflata autogen, bersala dari bekuan  magma yang keluar.
-     Efflata aulogen, berasal  dari pipa kawah  yang terlempar.
b)    Berdasarkan ukurannya
-    Boom berukuran besar
-    Lapili sebesar kerikil
-    Pasir vulkanik sebesar butiran pasir
-    Abu vulkanis efflata yang halus

2)    Material berupa cairan
a)    lava, yaitu aliran magma ke permukaan bumi
b)    Lahar panas,  yaitu lava yang merupakan  campuran lava dengan air
c)    Lahar dingin yaitu lava yang membeku bersama air hujan.

3)    Material gas, terdiri dari  atas uap air, gas nitrogen, gas belerang, asam arang dan lain-lain

Peristiwa pascavulkanis  dan postvulkanis
Gejala postvulkanis adalah peristiwa yang terdapat  pada gunung api yang telah mati. Peristiwa tersebut  antara lain sebagi berikut :
1)    Ekshalasi (sumber gas) berupa :
a)    solfatar, yaitu gas belerang (H2S)
b)    Fumarol, yaitu gas uap air (H2O)
c)    Mofet, yaitu gas asam arang

2)    Mata air panas
Air tanah terletak dekat dapur magma, keluar sebagai air panas

3)    Sumber air mineral
Mata air panas yang mengandung mineral

4)    Geiser
Sumber air panas yang memancar secara berkala.

Pengaruh vulkanisme terhadap kehidupan

1)    Pengaruh vulkanisme yang menguntungkan
Manfaat gunung berapi bagi kehidupan
-    Gunung api merupakan daerah penangkapan hujan
-    Abu vulkanik bersifat  menyuburkan  tanah pertanian
-    Hancuran bahan vulkanis mengandung  unsure hara.
-    Menghasilkan bahan galian, seperti belerang, perak dan lain-lain
-    Hutan  di daerah gunung berapi berfungsi menahan  erosi  serta menyimpan air hujan

2)    Pengaruh vulkanisme yang merugikan
-    Letusan gunung api merusak  lahan pertanian
-    Hujan abu merusak  semua yang dilaluinya
-    Lahar panas bersifat  merusak  kehidupan
-    Awan panas merusak kehidupan
-    Lahar dingin mendangkalkan sungai
-    Gas beracun mematikan manusia
-    Gelombang pasang

Usaha-usaha mengurangi  bahaya gunung berapi
1)    Membuat terowongan-terowongan air pada kepundan yang berdanau.
2)    Mendirikan pos-pos  pengamatan di sekitar  gunung berapi.
3)    Mengungsikan penduduk yang bertempat tinggal  di lereng-lereng  gunung berapi yang akan meletus.
4)    Membuat  dam-dam  penampungan di daerah aliran lahar.
 
Tambahan :
GEMPA bumi (SEISME)

Pengertian Seisme

Seisme atau gemapa bumi adalah getaran-getaran  pada kulit bumi yang disebabkan  gelombang  seime. Getaran yang ditimbulkan  mempengaruhi kulit bumi dan mempengaruhi perubahan bentuk berdasarkan  intensitas  kekuatan gempanya.

Klasifikasi Gempa

Gempa dapat dibedakan  berdasarkan  beberapa pandangan, sebagai berikut :
1)    Berdasarkan  intensitas  kekuatan gempa
a)    Gempa makro (makroisme0
Yaitu gempa yang intensitasnya besar dan diketahui tanpa alat
b)    Gempa mikro
Yaitu gempa  yang intensitasnya sangat kecil dan hanya  diketahui  dengan alat perekam

2)    Berdasarkan penyebab gempa
a)    gempa tektonik, adalah gempa  yang disebabkan  oelh perpindahan atau pergeseran secara tiba-tiba  lapisan kulit bumi (dislokasi) akibat gaya  tekanannya sehingga disebut  juga gempa dislokasi. Gempa jenis ini paling berbahaya karena  kerusakan  yang ditimbulkan parah. gempa tektonik terjadi akibat gerak  orogenik daerah yang sering mengalami  gempa  adalah daerah pegunungan lipatan muda, yaitu rangkaian sirkum pasifik/mediterania.
b)    Gempa vulkanis, yaitu gempa yang terjadi akibat letusan gunung  berapi.
c)    Gempa runtuhan
Gempa runtuhan  yang terjadi  didalam  bumi, karena runtuhnya tanah  di daerah  gua-gua kapur  dan daerah  pertambangan  yang berbentuk  terowongan  atau lubang.

3)    Dilihat dari bentuk episentrum, gempa dibedakan  sebagai berikut:
a)    Gempa linear, jika berbentuk garis, seperti gempa dislokasi atau gempa tektonik karena patahan.
b)    Gempa sentral, jika  episentrumnya berbentuk titik, seperti gempa gunung api dan gempa runtuhan.

4)    Dilihat dari letak episentrumnya, gempa debedakan sebagai berikut :
a)    Gempa darat, jika episentrumnya terletak di daratan.
b)    Gempa laut, jika episentrumnya terletak di dasar laut.

5)    Dilihat dari jarak episentrumnya
a)    gempa setempat, bila jarak episentrumnya  dan tempat gempa  terasa kurang dari 10.000 km.
b)    gempa jauh, bila jarak episentruknya  dan tempat gempa terasa sekitar 10.000 km/
c)    Gempa sangat jauh, bila jarak episentrumnya  dan tempat terasa lebih dari 10.000 km

Perhatikan istilah-istilah dalam saisme/gempa berikut :
  1. Isoseita adalah garis khayal yang menghubungkan  tempat-tempat  yang dilalui gempa dengan intensitas kekuatan yang sama.
  2. Magnetudo gempa adalah jumlah energi  yang dilepaskan  pada focus gempa.
  3. Seismologi adalah ilmu yang mempelajari  gempa bumi.
  4. Hiposentrum adalah pusat  gempa  yang terletak di dalam bumi.
  5. Episentrum adalah pusat gempa dipermukaan bumi atau dasar laut dengan gelombang gempa dari dalam bumi dirambatkan pertama kali  di permukaan bumi atau dasar laut.
  6. Seismograf adalah alat pencatat gempa.
  7. Seismograf adalah gambaran getaran bumi yang dicatat oleh seismograf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan cumenttt